4 Mitos mengenai Perlindungan Kulit Anda

Anda sering berjemur di bawah sinar matahari? Bilapun Anda tidak memiliki hobi ini, besar kemungkinan Anda yang tinggal di negara Indonesia tahu benar rasanya terpapar sinar matahari saat berada di luar. Anda sudah tahu bahwa Anda harus melindungi kulit Anda dari paparan sinar matahari tersebut. Namun seringkali, informasi yang Anda dapat tidak 100% benar. Ketahuilah mana yang benar dan mana yang hanya sekedar mitos. Yuk kita baca 4 Mitos mengenai Perlindungan Kulit Anda.

4 Mitos mengenai Perlindungan Kulit Anda

4 Mitos mengenai Perlindungan Kulit Anda

Tidak baik mengaplikasikan tabir surya terlalu dekat dengan mata
Ditemukan bahwa 5 hingga 10 persen kanker kulit muncul di kelopak mata. Jenis kanker ini memang bukan yang paling mematikan, namun tetap saja meresahkan karena tetap bisa berkembangbiak. Memang sulit membayangkan menggosok sunscreen di kelopak mata Anda, namun cobalah produk yang sudah diformulasikan untuk kulit sensitif. Selain itu, kenakan kacamata hitam yang memiliki perlindungan UV 99 hingga 100 persen.

Tabir surya menimbulkan keringat berlebih
Pendapat ini sebenarnya terbalik. Menurut ahli bedah dermatologis, bahan kimia dalam sunscreen justru mencegat sinar matahari untuk masuk, dan melepasnya kembali ke udara. Namun bila Anda masih merasa ‘gerah’, cobalah produk sunscreen stick, tabir surya yang kemasannya seperti lem stik itu. Karena teksturnya yang seperti lilin, Anda tidak akan merasa terlalu licin seperti saat Anda mengenakan sunscreen lotion.

Kebal akan sinar matahari karena sudah terbiasa berpanas-panasan
Ya, tinggal di negara tropis pastinya membuat Anda terbiasa dengan panasnya sinar matahari, namun bukan berarti lantas Anda menjadi kebal. Belum terlambat bagi Anda untuk mengurangi risiko penyakit kulit, bahkan bila Anda rutin memberikan perlindungan kulit dengan sunscreen dan lotion anti-UV, Anda juga bisa menurunkan risiko kerusakan akibat paparan ekstensif sebelumnya.

Menggunakan tabir surya berarti kurang mendapat vitamin D
Sinar matahari memang memiliki kandungan vitamin D yang berguna bagi kulit Anda, namun menggunakan tabir surya tidak akan membuat Anda lantas kekurangan nutrisi tersebut. Faktanya, untuk mendapatkan vitamin D yang cukup, Anda hanya memerlukan sedikit paparan sinar matahari. Saat Anda terlalu lama terkena paparan sinar matahari, atau sinarnya terlalu intens, yang terjadi justru adalah UV menghancurkan vitamin D dalam tubuh Anda. Yang direkomendasikan oleh dokter dalam sehari adalah 1,000 IU.