Alasan dan Keuntungan Menjadi Wanita yang Hidup Melajang

Alasan dan Keuntungan Menjadi Wanita yang Hidup Melajang. Apa salahnya hidup sendiri? pilihan hidup melajang dan gaya hidup melajang ? kebanyakan orang akan menjawab bahwa dari segala sisi, baik hidup melajang dalam islam maupun hidup melajang kristen, secara adat, kebiasaan, keharusan dan sebagainya  itu,  “tidak baik”. Noma semacam itu tergambar dari begitu banyaknya pesan dari berbagai sumber, seperti buku, telebisi, film, mengenai hidup yang harus berpasangan.
Bila ke toko buku, kita akan melihat betapa banyak buku “how to” mempertahankan atau mencari pasangan.

Alasan dan Keuntungan Menjadi Wanita yang Hidup Melajang
Alasan dan Keuntungan Menjadi Wanita yang Hidup Melajang

Tetapi, jarang sekali kita temukan buku mengenai cara menjalanihidup sendiri alis melajang. Bahkan, di negara barat pun, gambaran mengenai “manusia yang sempurna” adalah seorang yang memiliki karir dan kehidupan keluarga.

Lalu, apa yang akan terjadi pada orang yang belum memiliki pasangan, atau karena alasan tertentu memutuskan untuk tidak menikah? dan akhirnya dampak hidup melajang? Tentunya hal tersebut menjadi alasan wanita hidup melajang. Orang-orang di sekelilingnya pasti akan menjadi amat sibuk. Mlai dari menjodoh-jodohkan dengan orang yang mereka kenal, atau bahkan memasukkan nama orang tersebut dalam iklan biro jodoh. Bahkan, kesendirian seseorang biasanya juga diasosiasikan dengan hal-hal negatig, seperti misalnya kesepian, kegagalan, dan isolasi diri.

KEUNTUNGAN HIDUP BERPASANGAN
Tidak disangkal hidup berpasangan memiliki banyak sisi positif. Misalnya, kita jadi memiliki seseorang yang bisa diandalkan saat susah dan senang. Orang yng tertawa bersama kita disaat senang, yang memeluk kita saat kita susauh. Pasangan kita juga bisa mengucapan hal-hal manus, memberkan kado pada hari ulang tahun dan hari jadi pernikahan. Anak, tentu saja, uga memberikan kebahagiaant ersendiri.

Paling tidak, semua hal di atas akan membuat kita merasa “normal”, artinya ita sama dengan sebagian besar orang dan hidup sesuai tuntutan masyarakat.
Tapi, apa benar hidup berpasangan bisa mendatangkan kebahagiaan sebesar itu/ Bisa saja, asalakan kedua orang tersebut mencintai pasangannya dan mempunyai nilai-nilai, komitmen, dan tujuan yang sama.

HIDUP SENDIRI JUGA TAK SALAH

Tak ada yang salah dengan hidup melajang. Bila hidup berpasangan menguntungkan karena ad a orang lain yang menikmati, hidup sendiri menjadi sangat berharga karena kita adalah tuan bagi diri kita sendiri. Tidak ada orang yang mengatur keuangan kita, belanja kita, apa yang kita ingin makan dan yangpenting kita bebas untuk menentukan arah hidup kita tanpa perlu merasa “terhambat” dengan adanya orang lain di sekeliling kita yang harus masuk dalam daftar pertimbangan.

Baca: Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami dan Cepat Dalam 1 Hari

Yang paling penting adalah dengan sendiri kita bisa mengenali diri kita. Kita bisa denga lebih bebas mengeksplorasi apa yang ktia sukai dan tidak kita sukai, area kekuatan dan kelemahan kita, serta harapan-harapan kita. Bila kita bisa mendapatka ini semua, kesendirian bukanlah hal yang menakutkan, melainkan bisa jadi amat menyenangkan.
Keadaan seperti ini bisa dicapai bila keputusan untuk sendiri urni berasal dari dalam hati kita sendiri dan merupakana pilihan kita sendiri. Bukan karena traumaputus dengan pacar atau ikut-ikkutan orang lain.

Kesendirian ini juga tidak bisa dijadikan persiapan untuk hidup berpasangan. Kesendirian harus dilihat sebagai usaha kita untuk mengenal diri sendiri, memenuhi kebutuhan sendiri, menyayangi diri sendiri sebagai seorang mansia, keputusan untuk berpasangan atau tida berpasangan bisa dipikirkan kemdian.
Bagi yang baru saja kehilangan pasangan, ingatlah, lebih baik sendiri daripada berada dalam hubungan yang tidak sehat.

Kehilangan pekerjaan memang dapat dikategorika n sebagai salah satu peristiwa berat yang dihadapi dalam perjalanan hidup seseorang. Krisi hilangna peerjaan sebenarnya juga bsisa membawa kesempatan berkembang.
Dibutuhkan komitmen dan ketelitian untuk mengubah rasa sakit yang timbul akibat kehilangan menjadi sesuatu yang positif.

Ketika seseorang kehilangan pekerjaan, maka bukan hanya rusan finansial saja yang tergannnggu. Rasa percaya dri, harga diri, rutinitas sehari-hari, aktivitas yang bermakna, serta trasa aman juga bisa ikut hilang lantara kena pemutusan hubungan kerja (PHK). Ketimbang larut dalam duka, lihat saja hal ini sebagai kesempatan untk berkembang.

Ada beberapa tahapan emosional yang anda lewati untk mencapai gamran yang lebih positif. Tahapan yang mesti dilewati adalah:

1. Reasi pertama yang timbul setelah kehilangan, biasanya adalah rasa sakit, takut, dan menurunnya percaya diri. Penolakan atas perasaaan-perasaan ini hana akan menimbulkan kenyamanan yang bersifat sementara. Penerimaan terhadap perasaan-perasaan negatif tersebut nustru merupakan langkah pertama untuk mengatasinya.

2. Dorongan emosional dari teman-teman, keluarga, maupun kenalan lain yang pernah megalami hal serupa juga bisa membantu anda.

3. Melepaskan rasa pahit dan marah merupakan hal utama yang anda harus lakkan untk keluar dari sebuah krisis. Caranya, bida dengan melakukan olahraga, ikut dalam kegiatan-kegiatan sosial atau menjadi relawan.

4. Syok akibat PHK membuat anda hanya melihat “aspek negatif”. Cari hal-hal positif yang anda miliki selain pekerjaan. Dengan begitu, kekuatan serta kelemahan yang dimiliki diketahui sehinga dapat diubah menjadi perubahan yang positif.